-->

Sunday, December 9, 2012

GEOMORFOLOGI KALIMANTAN


GEOMORFOLOGI KALIMANTAN

Kalimantan memiliki pulau yang datar, dikarenakan mempunyai pesisir yang rendah dan memanjang serta dataran sungai, terutama disebelah selatan dan barat. Lebih dari setengah pulau ini berada di ketinggian di bawah 150 m dpl dan air pasang dapat mencapai 100 km ke arah pedalaman.Kalimantantidak memiliki pegunungan berapi namun jajaran pegunungan utamanya semula merupakan gunung berapi. Rangkaian pegunungan utamanya melintasi bagian tengah pulau seperti trisula terbalik dari utara ke selatan dengan tiga mata tombak bercabang di bagian selatan. Gunung Kinibalu diKalimantan yang tingginya 4.101 m dpl, merupakan puncak tertinggi di Asia tenggara dan merupakan gunung tertinggi diantara pegunungan Himalaya dan puncak Jayawijaya yang tertutup salju di Irian Jaya. Puncak gunung lain diKalimantan yang mencapai 2.000 m hanya beberapa saja. Gunung Kinibalu terdiri atas sumbat batu granit yang terangkat oleh tekanan vulkanik dan masih terus bertambah tinggi.
Pengunungan Iran (Iban) antara Kalimantan Timur dan Malaysia Timur menjulang sampai 2.160 m di Gunung Harun (Harden), dekat perbatasan dengan Sabah.Ujung bagian barat rangkaian pegunungan Iran tengah membentuk jajaran Kapuas Hulu di sepanjang perbatasan Serawak denganKalimantanBarat. Menjulang di Gunung Lawit (1.767 m) dan Gunung Cemaru (1.681 m). Dari pegunungan tengah sekitar Gunung Cemaru, Pegunungan Muller (puncak tertingginya Gunung Liangpran (2.240 m) dan Pegunungan Schwaner (Bukit Raya 2.278 m) melintang kebarat daya di sepanjang perbatasanKalimantan Tengah dan Barat. Kearah tenggara melintang pengunungan Meratusyang rendah (puncak tertingginya G. Besar 1.892 m), memisahkanKalimantan Selatan dan timur dan memanjang ke arah selatan sepanjang pesisir. Seluruh rangkaian pegunungan ini merupakan pegunungan sekunder dengan ketinggian rata-rata 1.000-1.500 dan dengan puncakkadang-kadang hanya mencapai 2.000. Gunung Makita (2.987 m) yang berada dekat Longnawan dan Gunung Giho (2.550 m) di dekat Longsaan, keduanya berada di perbatasan dengan Serawak merupakan puncak tertinggi Borneo yang berada diKalimantan, diikuti dengan Gunung Mantam (2.467 m) di sebelah barat Tanjung Redep, Kalimantan Timur.
Kalimantandilalui oleh sungai-sungai besar yang mengalir dari bagian tengah pulau ke pesisir.Kalimantan memiliki tiga sungai terpanjang yang menjadi kebanggaan Indonesia. Sungai Kapuas (1.143 km), Sungai Barito (900 km) dan Sungai Mahakam (775 m). Sungai Kapuas mengalir dari kakiGunung Cemaru ke barat, mengaliri sebagian besarKalimantanBarat. Sungai Barito yang besar mata airnya berasal dari pegunungan Muller dan mengalir ke selatan dan bertemu dengan Sungai Negara yang berasal dari Pegunungan Meratus bermuara dekat Banjarmasin. Sungai Kahayan yang kecil tetapi memiliki sejarah yang penting juga mengaliri pesisir selatan. Sungai Kahayan dan SungaiMahakam mengalir dari pegunungan di pedalaman ke pesisir timur. Sejumlah sistem sungai yang berukuran besar mempunyai anak-anak sungai yang sangat luas di daerah alirannya di pedalaman dam pantai-pantainya di dataran rendah. Sungai Mahakam, Sungai Barito, Sungai Negara, Sungai Kapuas dan SungaiBaram (serawak) semuanya mempunyai danau tapal kuda dan anak sungai musiman pada dataran banjir. Di bagian selatan, anak sungai Bayan mengalir ke Seruyan.
Walaupun di Kalimantan terbebas dari bahaya gunung berapi, patahan atau sesar dan gempa bumi, namun masih mungkin terjadi beberapa potensi bahaya lingkungan. Berdasarkan kajian Banter (1993) kemungkinan sering terjadi erosi pada lereng barat laut pegunungan Schwener dan Gunung Benturan, serta di beberapa tempat lainnya di bagian tengan dan hulu sungai besar di Kalimantan.Erosi sabagai akibat aberasi pantai terjadi di pantai barat, selatan dan timur.Bahaya lingkungan lainnya adalah kebakaran hutan pada musim kemarau sebagai akibat panas alam yang membakar batu bara yang berada di bawah hutan tropisini.Bahaya lingkungan ini harus menjadi faktor penting untuk dipertimbangkan dalam pengaturan ruang wilayah. Pola pegunungan di Kalimantan sangat berbeda dengan Pulau Sumatera dan Jawa. Selain itu kebanyakan pegunungan tersebut (selain di Kalimantan Utara pada perbatasan Indonesia dan Malaysia Timur) merupakan pegunungan tua (dari zaman Mesozoikum); karena telah mengalami denudasi berat. Puncak pegunungan di Kalimantan rendah, dan bentuknya tumpul. Keadaan ini menyebabkan sungai-sungai di Kalimantan tidak begitu deras alirannya (gradien tingginya kecil), sehingga sangat baik untuk pelayaran. Hal ini membantu bagi sistem lalulintas di daratan bagi daerah tersebut.
Berbeda dengan pulau pulau lain, Kalimantan tidak mempunyai gunung api aktif, kecuali pegunungan Apokayam pada perbatasan dengan Malaysia Timur. Oleh karena itu peremajaan tanah oleh bahan vulkanik tidak terjadi. Hal ini tampak bila tanah di Kalimantan mulai di buka (digarap) tanahnya tidak subur (kecuali diberi pupuk dan dijaga humusnya).
Pegunungan di Kalimantan berpusat di tengah tengah pulau. Gunung yang tertinggi di Kalimantan adalah Kongkemul (2053 m), yang lebih tinggi di Kalimantan Utara (Malaysia Timur) seperti Gunung Kinibalu (4175 m), Limbakauh (2300 m), Murud (2260 m) dan Gunung Mulu (3000 m). Batas antara Kalimantan Indonesia dengan Malaysia Timur dan Pegunungan Kapuas Hulu dengan Pegunungan Muller terbentang dataran rendah Kapuas yang semakin meluas ke arah pantai. Di antara Pegunungan Muller dan Schwaner dengan Pegunungan Meratusterbentang dataran rendah sungai sungai yang mengalir ke selatan. Akhirnya di sebelah Timur terdapat dataran rendah Sungai Mahakam. Kondisi fisik dasar alam kalimantan sebagian beasr berupa daerah pengunungan atau perbukitan (39,69%), daratan (35,08%), dan sisanya dataran pantai atau pasang surut (11,37%), dataran alluvial (12,47%) dan lain-lain (0,39%).
Pulau Kalimantan terbagi menjadi 4 zone yang masing-masing mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, berikut ini akan dikemukakan masing-masing karakteristik zone.
Zone I Kalimantan Selatan
1.Terdiri dari daratan alluvial, daratan banjir, tanggul alam, dan back swamp.
2.Karakteristik: Pada waktu pasang, air sungai tertekan sehingga terjadi genangan. Dataran yang semula berupa basin diendapi oleh maretial endapan dari pegunungan di sebelah utaranya. Kalimanta selatan banyak terdapat lapisan gambut yang sangat tebal sehingga daerahnya sulit dikembangkan paling cocok hanya dipaiak sebagai persawahan pasang surut.
Zona II Kalimantan Barat
Berupa pegunungan geantiklinyang batuannya terdiri dari batuan yang berumur Permocarbon. Menurut Van Bemmelen, batuan ini adalah batuan yang berumur tua di Indonesia. Batuan ini meluan hingga ke kepulauan Andalan dan sebagian dari zone ini pada zaman es mengalami genangan oleh air laut. Di lembah-lembah sungai zone ini sebagian besar terdiri dari hasil pelapukan granit yang berupa feldspar dan kuarsa. Beberapa puluh sentimeter (cm) di baeah permukaan laut, materialnya pasir kuarsa. Zone ini disebut sebagai peguningan masif yangterdapat di daerah tertutup ataupu tertentu saja (lokal).
Zone III Kalimantan Tengah
1.Merupakan geantiklin yang di beberapa tempat menunjukkan aktivitas vulkanis yang tidak aktif lagi, misalnya Pegunungan Iran.
2.Dahulu sungai Kapuas pada zone ini terdapat endapan yang cukup tua dan disebut formasi danau.
Zone IV Kalimantan Timur
Terdiri dari pegunungan antiklinal Samamuda dan geantiklin Meratus. Di depresi Mahakam merupakan delta yang cukup perkembangannya, sebab material dan daerahnya merupakan dangkalan dari terusan Selat Sunda dimana basementnya stabil dan muatan sedimen yang diendapkan di beberapa tempat menyebabkan delta berkembang baik karena dukungan dari lairan air yang lambat.
Deretan pegunungan yang menyusun kerangka morfologi Kalimantan, yaitu:
1. Sistem pegunungan yang memanjang dari pegunungan Kanibalu (4175m) melalui pegunungan Iran dan Muller ke arah pegunungan Schwaner di bagian barat daya. Sistem pegunungan ini menyusun bagian poko pulau ini, yang merupaka pangkal percabangan ke arah timur barat. Adapun cabang yang menuju ke arah barat adalah pegunungan Kapuas Hulu dan Plato Madi. Cabang terakhir ini dapat diikuti lebih lanjut ke arah barat sepanjang sumbu deprise yang dipotong oleh Sungai Kapuas berupa Anteseden, ke arah kelompok pegunungan yang menjorok ke laut seperti Niut (1701m). Kelompok pegunungan ini pecah menjadi sejumlah puncak yang terisolir dengan topografi pegunungan sisa. Jalur ini cembung ke arah barat lalu melalui ujung Datuk ke arah pegunungan yang tenggelam di selat Karimata sampai pulau Natuna.
2. Sistem pegunungan Maratus yang membujur ke arah utara-selatan, puncak tertinggi adalah Gunung Besar (1892). Sistem ini memanjang sebagai Kongkemal-Niapa-Mangkaliat, di bagian tenggara kedudukannya terisolir.
Untaian pegunungan ini terdapat di tengah, di bagian utara atau timur laut terdapat deretan pegunungan yang lebih rapat disebut pegunungan Iban terpecah dua ke arah selatan disebut pegunungan Meratus, ke arah barat daya bernama Muller-schwaner pegunungan Kapuas Hulu dan Kapuas Hilir. Puncak tertinggi pulau Kalimantan adalah Gunung Kilibalu(4101m) berada di wilayah negara bagian Sabah MalaysiaTimur. Pncak tertinggi di Kalimantan Indonesia adalah Gunung Bukit Rya (2278m) digugus pegunungan Schwaner, tepat ditapal batas Propinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.Di antara pegunungan Kapuas Hulu-Kapuas Hilirda pegunungan Muller-Schwaner terdapat paparan dataran rendah aliran sungai Kapuas, yang semakin dekat dengan pesisir bertambah luas. Di antara gugus pegunungan Muller-Schwaner terdapat paparan dataran rendah yang lebih luas tembus ke pantai selatan Kalimantan, secara administratif turmasuk dalam wilayah propinsi Kalimantan Tngah dan Kalimanatn Selatan daerah tersebut dialiri sejumlah sungai besar kecil, dua diantaranya yang besarito (2344km) dan sungai Kahayan (833km). Dialiran sungai Mahakam (Kalimantan Timur) terdapat dataran rendah yang sempit.Secara kasar bagan pulau Kalimantan merupakan sebuah segitiga dengan semenanjung kecil pada sisi timur laut, yaitu Semenanjung Mangkaliat dan dua ujung yang membatasi Teluk Darvel. Pulau ini berbukit-bukit luas dan reliefnya bergunung-gunung yang tingginya sebagian besar tidak lebih dari 1500m.
Sebuah sistem pegunungan yang luas dan lebar melintasi pulau ini dari pegunungan Kanibalu (4175m), merupakan puncak tertinggi di pualau Kalimantan, melalui pegunungan Iran dan Muller ke arah pegunungan Schwaner dengan Bukir Raja (2278m) di bagian barat dayanya. Sistem pegunungan kompleks ini membentuk bagian-bagian pokok dari pulau Kalimantan, yang merupakan pangkal percabangan orografis lainnya ke arah timur dan barat, sedangkan pegunungna Meratus yang membujur dari utara-selatan dimana puncak tertinggi sebesar (1892m), di bagian tenggara pulau tersebut mempunyai kedudukan yang lebih terisolir. Cabang yang terakhir dapat diikuti lebih jauh ke arah barat (pannekoek), sepanjang sumbu depresi yang terpotong oleh sungai Kapuas yang kemungkinan berupa sungai Anteseden ke arah kelompok pegunungan yang menjorok ke laut membentuk distrik-distrik Cina denga puncak tertinggi adalah Gunung Niut (1203m). Kelompok pegunungan ini terpecah menjadi sejumlah puncak-puncak yang terisolir dan merupakan sebuah topografi aneh dari pegunungan-pegunungan sisa. Jalur ini berbentuk cembung ke arah barat laut melalui Ujung Datuk ke arah Natuna.


Artikel Terkait

Bagikan