"PORTAL GEOGRAFI, LINGKUNGAN DAN TATA KOTA" Gapai mimpimu untuk masa depan yang lebih baik

BUANGLAH SAMPAH PADA TEMPATNYA AGAR TIDAK TERJADI BANJIR

Harapan  kami dengan observasi lingkungan ini kami sebagai mahasiswa Universitas Kanjuruhan Malang sangat prihatin dengan kebiasaan masyarakat Kota Malang yang rumahnya dekat dengan sungai karena dengan melihat langsung ke sungai inilah saya menemukan sampah-sampah yang menumpuk, hal inilah yang menjadi salah satu faktor penyebab banjir karena sampah-sampah yang terdapat pada pinggiran sungai ini akan terbawa air sungai dan akan menyumbat aliran sungai hingga menyebabkan banjir, demikian Video yang kami persembahkan untuk warga malang dan sekitarnya dari sabang sampai meraoke supaya hidup sehat dan membuang sampah pada tempatnya.


Share:

PRESMA DAN WAPRESMA UNIKAMA PERIODE 2013/2014

Berita Unikama bahwasanya pemilihan Presma dan Wapresma Universitas Kanjuruhan Malang telah berahir dan telah di menangkan Pasangan No 4 yaitu Fairus dari FKIP Bimbingan Konseling dan Pardi dari FKIP Geografi untuk periode 2013/2014.

Pemilihan Presma dan Wapresma terjadi sangat drasmatis sekali bahwasanya calon presma Unikama terdapat 6 kandidat dan selisih suaranya hanya 13, 20, 29, 50, 125

Inilah gambar Presma dan Wapresma Universitas Kanjuruhan Malang periode 2013/2013

Dengan di dukung Tim Suksesnya dari berbagai Fakultas yang tetap solid mendukung, karena dari kedua TIM yang bersatu ini adalah berperan pada Himpunan dan Gerakan (HMI & GMNI) Sehingga terjadi kerjasama yang saling berkesinambungan antara satu dengan yang lainnya.

Tujuan ke depan kami semua sebagai Pendukung Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiswa akan mempersatukan semua golongan yang ada di Universitas Kanjuruhan agar kedepannya Universitas Kanjuruhan maju dan terus Go Internasional.

Dokumentasi raya kemenangan No 4 telah tersusun rapi.. inilah dokumentasinya
Semua Tim Sukses kecapekan dan terus bersemangat, ini pukul 17.00 WIB setelah pemilihan Suara


Ini saat pagi setelah pengumuman kemenangan 













Share:

Mahasiswa Geografi UNIKAMA Turut Berduka Cita atas Wafatnya Fikri Study Plantologi ITN Malang


Kami jajaran mahasiswa Geografi Universitas Kanjuruhan Malang ikut berduka cita atas tewasnya Maba Planologi ITN 2013 yang bernama Fikri asal Lombok NTB, alasan kami sebagai mahasiswa Geografi Universitas Kanjuruhan Malang karena Bidang Planologi adalah bidang study tentang tata Ruang kota yang berkaitan dengan ilmu geografi dan geologi dan khususnya kami juga sebagai mahasiswa se Kota Malang dan juga rasa nurani hati seorang mahasiswa kepada sesamanya.

Sungguh kejam yang di lakukan mahasiswa Senior ITN Malang terhadap yuniornya, hal ini sangat tidak berkeprimanusiaan jika melihat kejadian pada saat temu akrab dan kemah bhakti yang di gelar di Pantai Goa China Desa Sitiharjo Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang

Sasongko, mengatakan bahwa korban almarhum Fikri tersebut sering terkena perlakuan lebih karena melihat badannya yang gemuk dan mudah dehidrasi.

Ia mengatakan bahwa pada saat pembersihan pantai almarhum di bawa menggunakan motor ke atas bukit, pada saat menuju ke lokasi korban mendapat perlakuan khusus, setelah sampai di lokasi korban mendengkur bukan tidur tetapi sekarat hingga tidak sadarkan diri. Akhirnya fikripun dibawa oleh panitian ke Pos terdekat hingga di larikan ke RSU Saiful Anwar Kota Malang, Namun sungguh di sayangkan nyawanya sudah tidak tertolong lagi.

Hal ini sungguh tidak berkeprimanusiaan bayangkan saja jika mahasiswa ITN ini di suruh menggosok gigi dengan papah pisang dan apesnya fikri ini bagian yang terakhir hingga di suruh sekalian memakan dengan di paksa seniornya.

Ketika kita sebagai mahasiswa di perlakukan seperti itu dan bahkan jika senior melakukan perbuatan fisik yang berlebihan seperti itu apakah orang tua kita akan rela jika di perlakukan seperti itu..?

Hal tersebut sudah menimpa fikri dan untuk mahasiswa perempuan juga tak kalah mengejutkan bahwasanya Pelecehan seksual juga terjadi sama mereka, dengan melihat kejadian tersebut sungguh geram rasa hati ini melihat kabar seperti itu.

Saya bertanyakan kepada anda apakah dengan kejadian seperti ini kita harus diam saja, kita adalah keluarga pelajar dan mahasiswa yang di pintarkan di Bumi Arema ketika melihat kejadian seperti itu harus kita sumbangkan waktu dan tenaga kita untuk memberikan santunan bela sungkawa terhadap Bung Fikri,,
Semoga arwah bung fikri tidak menjadi penghuni gua china melainkan di terima di sisi Allah SWT.

Info selengkapnya silahkan klik : http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/11/30/27865/malang-heboh-mahasiswa-itn-tewas-saat-ospek/#sthash.CO1innPS.Qk1Umjgw.dpbs
Malang dibuat heboh! Misteri kasus kematian Mahasiswa Baru Jurusan Planologi Institut Teknologi Nasional Malang (ITN). Korban bernama Fikri asal Mataram Lombok NTB tewas saat Orentasi Kemah Bakti Desa (KBD) dan Temu Akrab di Kawasan Pantai Goa China di desa Sitiarjo Sumbermanjing Wetan (Sumawe) Kabupaten Malang pada hari Sabtu (13/10/13) banyak ditemukan kejanggalan.
Kepala Jurusan (Kajur) Planologi Ibnu Sasongko dan Hutomo, Dosen Pembina Mahasiswa menceritakan ”Kalau kegiatan KBD (Kemah Bakti Desa) dan Temu Akrab sudah tradisi Maba ITN Jurusan Planologi, adapun tentang adanya kematian Maba Fikri dianggap sebagai musibah yg bisa terjadi pada setiap orang" ujarnya membela diri.
Sasongko, mengatakan korban yang bernama Fikri tersebut saat kegiatan berlangsung banyak mendapatkan perlakuan khusus karena postur tubuhnya yang gemuk mudah terkena dehidrasi.
Ia menandaskan pada saat acara pembersihan pantai dan juga naik bukit, korban mendapatkan perlakuan khusus dengan membonceng sepeda motor menuju lokasi. Dan Tiba-tiba saat sampai di lokasi, almarhum sudah tidak sadarkan diri sambil mendengkur (ngorok). Akhirnya oleh pihak panitia dibawa ke Pos terdekat. Hingga dibawa ke RSU Saiful Anwar Malang. Namun nyawanya sudah tidak tertolong lagi.
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/11/30/27865/malang-heboh-mahasiswa-itn-tewas-saat-ospek/#sthash.CO1innPS.58hEXpCY.dpuf
Malang dibuat heboh! Misteri kasus kematian Mahasiswa Baru Jurusan Planologi Institut Teknologi Nasional Malang (ITN). Korban bernama Fikri asal Mataram Lombok NTB tewas saat Orentasi Kemah Bakti Desa (KBD) dan Temu Akrab di Kawasan Pantai Goa China di desa Sitiarjo Sumbermanjing Wetan (Sumawe) Kabupaten Malang pada hari Sabtu (13/10/13) banyak ditemukan kejanggalan.
Kepala Jurusan (Kajur) Planologi Ibnu Sasongko dan Hutomo, Dosen Pembina Mahasiswa menceritakan ”Kalau kegiatan KBD (Kemah Bakti Desa) dan Temu Akrab sudah tradisi Maba ITN Jurusan Planologi, adapun tentang adanya kematian Maba Fikri dianggap sebagai musibah yg bisa terjadi pada setiap orang" ujarnya membela diri.
Sasongko, mengatakan korban yang bernama Fikri tersebut saat kegiatan berlangsung banyak mendapatkan perlakuan khusus karena postur tubuhnya yang gemuk mudah terkena dehidrasi.
Ia menandaskan pada saat acara pembersihan pantai dan juga naik bukit, korban mendapatkan perlakuan khusus dengan membonceng sepeda motor menuju lokasi. Dan Tiba-tiba saat sampai di lokasi, almarhum sudah tidak sadarkan diri sambil mendengkur (ngorok). Akhirnya oleh pihak panitia dibawa ke Pos terdekat. Hingga dibawa ke RSU Saiful Anwar Malang. Namun nyawanya sudah tidak tertolong lagi.
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/11/30/27865/malang-heboh-mahasiswa-itn-tewas-saat-ospek/#sthash.CO1innPS.58hEXpCY.dpuf
Malang dibuat heboh! Misteri kasus kematian Mahasiswa Baru Jurusan Planologi Institut Teknologi Nasional Malang (ITN). Korban bernama Fikri asal Mataram Lombok NTB tewas saat Orentasi Kemah Bakti Desa (KBD) dan Temu Akrab di Kawasan Pantai Goa China di desa Sitiarjo Sumbermanjing Wetan (Sumawe) Kabupaten Malang pada hari Sabtu (13/10/13) banyak ditemukan kejanggalan.
Kepala Jurusan (Kajur) Planologi Ibnu Sasongko dan Hutomo, Dosen Pembina Mahasiswa menceritakan ”Kalau kegiatan KBD (Kemah Bakti Desa) dan Temu Akrab sudah tradisi Maba ITN Jurusan Planologi, adapun tentang adanya kematian Maba Fikri dianggap sebagai musibah yg bisa terjadi pada setiap orang" ujarnya membela diri.
Sasongko, mengatakan korban yang bernama Fikri tersebut saat kegiatan berlangsung banyak mendapatkan perlakuan khusus karena postur tubuhnya yang gemuk mudah terkena dehidrasi.
Ia menandaskan pada saat acara pembersihan pantai dan juga naik bukit, korban mendapatkan perlakuan khusus dengan membonceng sepeda motor menuju lokasi. Dan Tiba-tiba saat sampai di lokasi, almarhum sudah tidak sadarkan diri sambil mendengkur (ngorok). Akhirnya oleh pihak panitia dibawa ke Pos terdekat. Hingga dibawa ke RSU Saiful Anwar Malang. Namun nyawanya sudah tidak tertolong lagi.
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/11/30/27865/malang-heboh-mahasiswa-itn-tewas-saat-ospek/#sthash.CO1innPS.58hEXpCY.dpuf
Maba Planologi ITN 2013
Maba Planologi ITN 2013
Maba Planologi ITN 2013
Share:

ANALISIS SITUASI DAN OBSERVASI DAERAH SELOREJO KECAMATAN DAU

Desa Selorejo yaitu Desa yang merupakan bagian dari salah satu Desa di Kabupaten Malang tepatnya di Kecamatan DAU yang kepanjangannya "Dadiyo Ayeming Urip". Lokasinya Desa Selorejo berada pada daerah Kabupaten Malang di bagian utara. Secara astronomis desa Selorejo terletak pada 7⁰56’19.70” lintang selatan dan 112⁰32’46.65” bujur timur. Lokasinya kurang lebih 17 km dari ibukota kabupaten dan 7 km dengan Kota kecamatan paling terdekat.
Adapun batas–batas desa Selorejo adalah sebagai berikut.
Sebelah Barat : Hutan
Sebelah Selatan : desa Petung Sewu
Sebelah Utara : desa Gading Kulon
Sebelah Timur : desa Tegal Weru

Berdasarkan keadaan di Desa Selorejo kini, luas wilayah untuk pemukiman terdapat 39,5 ha, sedangkan untuk area pertanian terdapat sebesar 410,47 6 ha yang terdiri dari jenis tanah pertanian, ladang, serta tanaman ternak. Luas area hutan sendiri 2068,1 ha yang tersebar mengelilingi desa tersebut. Perkembangan selanjutnya yakni jumlah area luas dari bangunan baik perkantoran maupun sarana rekreasi terdapat sejumlah 26, 6 ha.

Topografi desa Selorejo tergolong daerah dataran tinggi atau perbukitan dengan luas perbukitan mencapai 333, 76 ha. Diperkirakan ketinggian desa ini ± 2000 – 2200 dpl (dari permukaan laut) dikarenakan daerah ini merupakan pegunungan , sehingga daerah ini memiliki tingkat curah hujan yakni 100 mm/tahun dan juga tingkat kesuburan tanah yang bagus.

Pada kesempatan kali ini kami bersama kelompok 6 mengonservasi untuk salah satu RT dimana kami selaku kelompok 6 melihat dan menanyakan bebrapa potensi dari tempat tersebut yang semestinya harus kami tinjau kembali dalam program pembelajaran analisis lingkungan yang baik untuk jangka panjang.

Kami memulai observsi di bagian titik Pertigaan arah ke wisata Bedengan ke arah utara dimana letak tersebut kurang lebih 10 meter dari terputusnya jalan aspal ke jalan berbatu dan tanah.

Bentang Alam di daerah ini sangat sejuk dengan temperatur udaranya 23⁰C sehingga bagi para petani khususnya petani di daerah Desa Selorejo Kecamatan DAU ini bercocok tanam buah-buahan dan sayur-sayuran.

Kondisi Fisik lahan di area perkebunan tersebut sudah tertata rapi dengan membuat alur teras siring untuk mencgah terjadinya erosi tinggi dan selain itu juga untuk mencegah tergenangnya air hujan masyarakat membuat gundukan tanah sebagai media tanam sayuran agar tidak busuk atau mati ketika terjadi hujan.

Flora di daerah ini mayoritas para petani mendominasi lahannya dengan tanaman Jeruk, Kopi, Tomat, Wortel, Cabe, Jagung dan untuk hutannya di dominasi mayoritas pohon Pinus.

Aksesbilitas daerah ini rata-rata masyarakat menggunakan sepeda motor dan truk sebagai angkutan penyetoran hasil alam ke kota sehingga daerah ini sangat terjangkau dan juga terdapat beberapa wahana sebagai penarik wisatawan untuk berkunjung ke tempat tersebut salah satunya dengan wisata Bedangan dan wisata petik buah jeruk.

Pupuk Urea Untuk lahan Pertanian biasanya masyarakat setempat mencarinya ke Bawah yaitu Daerah Dusun Krajan yang sudah agak dekat dengan aksesbilitasnya yang cukup ramai, Pupuk tersebut sangat di butuhkan para petani khususnya petani buah-buahan karena untuk mencegah serangan hama-hama yang bisa merusak tanaman mereka.

Dari informasi yang kami peroleh dari salah satu seorang petani di desa Selorejo dusun Selokerto RT 02 RW 06  "Bapak Ratemun" Mata Pencarian masyarakat setempat mayoritas adalah petani yang membudidayakan lahannya tersebut sebagai lahan pertanian sayur dan buah sehingga dengan lahan tersebut para petani daerah setempat untuk ekonominya tercukupi meskipun hidupnya sederhana. Hasil Tanaman mereka sudah ada tengkulak langganan yang bernama "Bpk Rateman" untuk di setorkan ke kota,

Bagi Para wisatawan yang ingin memasuki area wisata Bedengan untuk masuk ke area tersebut harus membayar Tiketing sebesar Rp 10.000,00 karena areal tersebut adalah areal dimana untuk perkemahan dan banyak wahana-wahan alami.


Keamanan di daerah yang kami teliti di Dusun Selokerto RT 02 RW 06 dari "Ibu Ningsih" mengatakan bahwa selama ini kampung kami selalu aman dan tidak pernah adanya bencana alam, selain itu juga para warga Selokerto juga melakukan kerja bakti sehabis terjadi hujan karena banyak tanah yang terbawa air hujan ke jalan-jalan pemukiman karena pemukiman tersebut berda di tengah perkebunan. Untuk keamanan di Pemukiman setempat mayoritas masyarakat memelihara anjing sehingga daerah tersebut aman terkendali dari tindak kejahatan pencurian. Selain itu di daerah ini hanya terdepat 2 Toko kecil sebagai sarana jual beli bahan pokok untuk area pemukiman khususnya RT 02 RW 6 saja.

Kemudian kami juga bersama kelompok 6 menuju ke  rumah-rumah warga untuk bertanya mengenai kegiatan yang ada di RT 6 RW 2 tersebut, sehingga kami menuju rumahnya "Ibu Jamilah" dan informasi yang kami dapatkan masyarakat setempat biasanya bekerja mulai pagi jam 07.00 WIB hingga jam 11.00 WIB di ladang dan mencari rumput untuk pakan ternak, kemudian untuk jam 11.00 WIB sampai Jam 14.00 WIB untuk beristirahat dan Selanjutnya Smpai jam  16.00 WIB sudah berada di rumah memberi pakan ternak mereka masing masing.

Perjalanan selanjutnya kami bersama keompok 6 membantu para Bpk-bpk warga yang sedang bergotong-royong membuat kandang kambing dimana kambing dan sapi adalah hewan peliharaan masyarakat setempat yang paling di minati, selain itu masyarakat setempat mayoritas beragama islam sehingga hewan peliharaan mereka selain untuk di jual juga sebagai hewan kurban. Bapak-Bapak di daerah tersebut yang kami peroleh informasi dari salah seorang warga yang bernama "Bpk Rudi, Bpk Dwi, Pak Aris, dan Pak Khasan" untuk mengeratkan silahturahmi antar warga mereka juga melakukan kegiatan rutin "kumpulan RT" dimana untuk RT setempat di ketuai oleh "Bpk Wakit"

Kesimpulan yang kami peroleh dari observasi dan penelitian untuk daerah Wisata Bedakan khususnya RT 02 RW 06 bahwa masyarakat setempat mayoritas berprofesi sebagai petani dan memanfaatkan kekayaan alam sekitar dengan bercocok tanam, selain itu juga masyarakat setempat hidup rukun satu sama lain dan melakukan kegiatan yang bersifat kekeluargaan.

PENUTUP: Kami Ucapkan banyak terima kasih kepada Bpk Agus Purnomo S.Pd., M.Pd yang telah membimbing kami dari awal hingga selesainya kegiatan analisis Situasi dan Observasi daerah Desa Selorejo Kecamatan DAU pada mata kuliah GEOGRAFI PENGEMBANGAN WILAYAH
Share:

Kenyataan Yang terjadi di Porong Sidoarjo kota Mati

Porong adalah tempat dimana jalur erupsi magma yang di atasnya kaya akan lumpur dan gas, tetapi sebuah perusahaan yang semestinya ingin mengambil gas yang terdapat di porong tetapi terhalang oleh lumpur akhirnya yang keluar bukannya gas murni tetapi di barengi dengan lumpur yang amat kental, berikut faktanya
Pak Presiden SBY melakukan inspeksi khusus utk kasus Banjarpanji ini. Ini tentu bukannya kasus kecil untuk negara. Menyangkut ribuan atau bahkan jutaan penduduk. Menyangkut fasilitas ekonomi produktif segala sektor baik industri, pertanian serta transportasi dan pemukiman. Ini memang menjadi tragedi besar dalam operasi migas. Cerita bagaimana awal terjadinya banjir lumpur panas d Sidoarjo ini sudah saya terangkan di :
Nah sekarang saya menjelaskan hasil diskusi di IAGI net serta pendapat saya tentang kondisi saat ini. Hanya utk belajar bareng-bareng apa yg terjadi.
Pada waktu awalnya terjadinya lumpur di Sidoarjo ini diperkirakan dari material yg berada pada kedalaman sekitar 2000-6000 ft (1-3 Km) dibawah permukaan tanah seperti yg dikemukakan Pak Awang dahulu. Saat ini data menunjukkan bahwa yang keluar dari kedalaman yang berbeda. Seperti koreksinya dari hasil terbaru dibawah ini :
Apakah berubah ? Ataukah dahulu keliru ? Bisa keduanya, namun saya yakin bahwa keduanya benar namun yg diatas sudah tertutup (sudah colapse, lihat mekanisme dibawah).

Mengapa debit lumpur ini membesar ?
Dalam perminyakan seringkali dibuat lubang sumur yang memiliki bidang terbuka di dalam batuan reservoir lebih besar. Hal ini disebabkan karena akan memperbesar jumlah debit fluida yang akan diproduksi. Salah satu cara termudah adalah dengan membor miring atau bahkan horizontal. Dalam kasus sumur BPJ-1 Lubang tempat keluarnya lumpur ini diperkirakan pada kedalaman 6000-9000 ft (seperti yg ditulis Pak Awang HS diatas). Saat ini lubang tempat keluarnya lumpur tentunya sudah membesar, sehingga debitnya menjadi sangat besar.
Selain itu, saat ini geometri bawah permukaan dari lubang tempat keluarnya lumpur ini sulit diketahui. Sangat mungkin berupa bidang sesar (patahan) yang sudah ada sejak awal. Sehingga sumber fluid ini sudah berupa bidang yg luas dan menghasilkan debit yanglebih besar.
Mengapa kita sudah harus mengungsikan penduduk lagi ?
Saat ini debit lumpur sudah sangat meningkat. Mekanismenya seperti yg ditulis diatas itu. Nah ada kecenderungan debit ini akan semakin meningkat karena lubang dibawah semakin besar karena ada solid 30% yg ikut terangkut keatas. Sehingga dibawah sana ada lubang yang cukup besar yg menyebabkan produksi lumpur semakin besar.
Pengumpulan lumpur dengan menggunakan kolam (pond) sudah semakin tak terkendali hal ini disebabkan debit pemasukan yg tidak dapat ditampung oleh pond, mengapa tidak meninggikan tanggul ?

Apa gejalanya ? Kebocoran !
Kebocoran tanggul ini disebabkan karena tanggul dibuat secara mendadak karena faktor darurat sehingga pembuatannya tidak mungkin mengikuti pembuatan tanggul yg dibuat dalam kondisi normal. Lah ya wajar ta, siapa sih menyangka bakalan akan berkepanjangan seperti ini. Jadi dibuat mendadak bukanlah kesalahan, tetapi memang sulit mengantisipasi sebuah bencana sbesar ini.
Disebelah ini penampang tanggul yg dibuat di Daerah Siring dan sekitarnya. Saya menggambarkan secara sederhana, ini juga bukan konstruksi aslinya, namun akan dengan mudah dimengerti mengapa ketinggian tanggul sudah mungkin maksimum (mungkin loh ya).
Dalam kondisi normal tanggu akan dibuat dengan fondasi keras (basement) yang ditanam. Namun kalau melihat tanggul yg telah dibuat di Sidoarjo ini, sangat mungkin ada titik-titik lemah dimana tanggul dibangun diatas tanah keras (kedap air), yang merupakan bidang batas dibawah dan tempat terlemah. Tanah dasar ini tentunya tidak” mengikat” tanggul. Sangat mungkin beberapa hanya berdiri diatas jalan aspal atau pengerasan jalan perumahan. Dengan demikian akan ada tinggi maksimum (H Max) yang dapat ditahan oleh bidang batas bawah yg kritis ini. Kebocoran dasar tanggul ini merupakan tanda-tanda ketinggian maksimum yang dapat ditahan oleh bendungan (tanggul). Jadi meninggikan tangul sama sekali tidak menolong menahan volume lumpur, tetapi malah membahayakan, kan ?
Selain itu semakin tinggi tanggul maka akan semakin tinggi risiko yg ada, karena kalau tanggul jebol tentunya akan lebih banyak menelan korban. Dengan demikian pengungsian yg barusaja dilakukan minggu kemarin maka cara itu memang mudah dimengerti karenanya.
Apakah banjir lumpur ini bisa berhenti ?
Di daerah lokasi sumur Porong-1 (lokasi Porong ini 7 Km sebelah timur dari sumur BPJ-1) dibagian atas dijumpai kenampakan “paleo collapse”. Kenampakan ini diduga akibat adanya luapan lumpur pada jaman dahuluuu sekali. Ya di sumur porong-1 yg terlihat pada gambar` itu terlihat adanya paleo collapse itu. Ini memeperlihatkan ke kita bahwa jaman dahulu lumpur yg keluar dari perut bumi yg mirip dengan BPJ-1 ini pernah terjadi secara alamiah. Dan akhirnya berhenti.
Looh jadi banjir lumpur ini bisa berhenti ? Iya bisa donk …
Bagaimana mekanismenya ?
Ketika lumpur ini keluar maka juga mengandung solid atau material padatan berupa tanah lempung yg ikut “terproduksi”. Disebutkan bahwa terdapat 70% air dan 30% solid.
Material padatan ini sebagai penyusun utama dari lapisan ini yg diperkirakan saat ini dari kedalaman 6000-9000 ft (kira-kira 3-4.5 Km). Sebelumnya diperkirakan dari kedalaman 2000-6000 ft. Ada kemungkinan bahwa material yg diatas sudah mengalami collapse (runtuh) dan tertutup. Material yg tadinya dari bawah “berpindah” keatas permukaan. Jadi secara menyeluruh bisa jadi seolah-olah tidak terjadi penurunan permukaan, hanya terjadi perpindahan material dari bawah keatas.
Dari pengalaman yg pernah terjadi di lokasi sumur Porong-1 (7Km dari BPJ-1) maka efek collapse diperkirakan sekitar radius 3-5 Km dengan kedalaman sekitar 100-200 meter. Ini “collapse feature” karena alamiah dan dibiarkan secara alamiah menutup dan berhenti dengan sendirinya. tentunya dengan ‘sentuhan engineering’ mungkin akan sedikit berbeda. kalau dilihat dari debit yang ada (>50 000 m kubik perhari) maka diperkirakan memakan waktu puluhan bahkan ratusan tahun. Secara geologi ini sangat masuk akal, tetapi mausia tidak mungkin menunggu selama itu. Manusia harus berusaha dengan olah engineeringnya untuk memperkecil dampak terhadap kehidupannya.
Membebaskan atau mengawasi luas daerah sesuai dengan yg “pernah” terjadi dimasa lampau di lokasi sumur Porong-1 (7 Km dr BPJ-1), mungkin perlu diantisipasi. Monitoring elevasi sudah dilakukan oleh team ITS, daerah cakupan ini perlu diteruskan seluas radius yg diperkirakan mengalami penurunan.

Apakah lumpur ini bisa dibuang ke laut atau sungai ?
Air yg keluar dari perutbumi semua berasal dari permukaan juga, inget siklus air kan ? Itu pelajaran SD, kalau lupa ya buka-buka buku anak klas 4 atau 5 SD tentunya ada siklus air ini, kan. Namun selalu saja ada pencemaran yg terjadi karena faktor alam. Pencemaran karena kandungan-kandungan kimiawi dalam tanah, juga harus diinget bahwa endapat yg keluar itu endapan pantai atau delta, sehingga aslinya airnya berupa air asin. Dan air asin ini mungkin sekali terjebak ketika pengendapan. Dengan demikian diperlukan treatment dahulu sebelum dibuang ke sungai (bila air tawar) atau ke laut (bila air asin). Nah secara sederhana treatment lumpur ini (inget ini hanya secara sederhana) digambarkan sebagai berikut.
Lumpur yang keluar dari lubang di tampung untuk diendapkan padatan (solid material)-nya. Tentunya akan lebih bagus kalau digalakkan penelitian pemanfaatan lumpur ini sehingga kita tidak memerlukan kolam (pond) yg banyak utk menampungnya.
Sebelum dibuang atau dialirkan ke sungai atau laut perlu dilihat apakah air ini cukup “aman” salah satu cara ya disebari saja dengan enceng gondok.

Masihkah drilling relief well tetap diperlukan ?
Melihat debit lumpur yang semakin besar ini maka usaha apapun perlu dilakukan. Namun saat ini tentunya sudah tidak mudah lagi. Kondisi bawah permukaan sudah tidak sesederhana menghadapi satu lubang sumur. Bisa jadi sumber dibawah sana berupa bidang rekahan (patahan) yang membelah batuan. Sehingga diperlukan analisa geometri tempat dan jalan keluarnya lumpur ini. Jika terjadi kesalahan juga akan menyebabkan keluarnya lumpur dari lubang yang lain. Dengan adanya kemungkinan hal ini, maka drilling /pengeboran relief well harus dilakukan dengan ekstra hati-hati.
Jadi kita masih harus sabar menghadapi luapan lumpur ini.
Share:

DAFTAR PPC TERBAIK DAN TIDAK BANNER DI INDONESIA TERPERCAYA

Kali ini saya akan membagikan 2 PPC yang bisa mendatangkan uang untuk anda semua pengguna website/blog yang memasang iklan dari PPC,

Untuk iklan PPC ini sangat menguntungkan karena jika kita memasang iklan PPC ini otomatis tabungan anda di internet sudah banyak dan siap di caikan lewat rekening anda.

Di sini beberapa Kelebihan dari PPC yang saya maksud yaitu
1. Setiap klik mendapat 300 - 500 Rupiah
2. Tidak menuntut anda harus mencapai berapa target view dalam sebulan,
3. Bisa di cairkan bank Paypal maupun Bank Lokal.
4. Callcanter dari pihak PPC langsung menanggapi jika kita terdapat keluhan.
5 Hasilnya memuaskan.

Kekurangan
1. Tidak boleh menggunakan pop up karena hal itu akan menjadikan klik tidak di sengaja.
2. Tidak boleh klik sendiri.
3. Tidak boleh menggunakan script klik otomatis
4. Tidak boleh Curang

Jika mengetahui hal tersebut akan mendapat sanksi di kurangi 1000 rupiah atau akun anda di banned.

Demikian PPC yang bisa anda ikuti :



Adsense Indonesia
Share:

MITIGASI BENCANA ALAM

Mitigasi bencana adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. Mitigasi bencana merupakan suatu aktivitas yang berperan sebagai tindakan pengurangan dampak bencana, atau usaha-usaha yang dilakukan untuk megurangi korban ketika bencana terjadi, baik korban jiwa maupun harta. Dalam melakukan tindakan mitigasi bencana, langkah awal yang kita harus lakukan ialah melakukan kajian resiko bencana terhadap daerah tersebut. Dalam menghitung resiko bencana sebuah daerah kita harus mengetahui Bahaya (hazard), Kerentanan (vulnerability) dan kapasitas (capacity) suatu wilayah yang berdasarkan pada karakteristik kondisi fisik dan wilayahnya..

Bahaya (hazard) adalah suatu kejadian yang mempunyai potensi untuk menyebabkan terjadinya kecelakaan, cedera, hilangnya nyawa atau kehilangan harta benda. Bahaya ini bisa menimbulkan bencana maupun tidak. Bahaya dianggap sebuah bencana (disaster) apabila telah menimbulkan korban dan kerugian.
Kerentanan (vulnerability) adalah rangkaian kondisi yang menentukan apakah bahaya (baik bahaya alam maupun bahaya buatan) yang terjadi akan dapat menimbulkan bencana (disaster) atau tidak. Rangkaian kondisi, umumnya dapat berupa kondisi fisik, sosial dan sikap yang mempengaruhi kemampuan masyarakat dalam melakukan pencegahan, mitigasi, persiapan dan tindak-tanggap terhadap dampak bahaya.
Jenis-jenis kerentanan :

  1. Kerentanan Fisik  : Bangunan, Infrastruktur, Konstruksi yang lemah.
  2. Kerentanan Sosial    : Kemiskinan, Lingkungan, Konflik, tingkat pertumbuhan yang tinggi, anak-anak dan wanita, lansia.
  3. Kerentanan Mental   : ketidaktahuan, tidak menyadari, kurangnya percaya diri, dan lainnya.

Kapasitas (capacity) adalah kemampuan untuk memberikan tanggapan terhadap situasi tertentu dengan sumber daya yang tersedia (fisik, manusia, keuangan dan lainnya). Kapasitas ini bisa merupakan kearifan lokal masyarakat yang diceritakan secara turun temurun dari generasi ke generasi.
Resiko bencana (Risk) adalah potensi kerugian yang ditimbulkan akibat bencana pada suatu wilayah dan  kurun waktu tertentu yang dapat berupa kematian, luka, sakit, jiwa terancam, hilangnya rasa aman, mengungsi, kerusakan atau kehilangan harta, dan gangguan kegiatan masyarakat. , akibat kombinasi dari bahaya, kerentanan, dan kapasitas dari daerah yang bersangkutan.
Menghitung Resiko bencana di suatu wilayah berdasarkan pada penilaian bahaya, kerentanan dan kapasitas di wilayah tersebut. Menghitung resiko bencana menggunakan persamaan sebagai berikut :
           Risk (R) = H xV/ C
Keterangan =>       R  : Resiko Bencana
                             H  : Bahaya
                             V  : Kerentanan
                             C  : Kapasitas
Setelah melakukan resiko bencana, yang harus kita lakukan ialah melakukan tindakan untuk mengurangi resiko bencana tersebut. Tindakan yang dilakukan bertujuan untuk mengurangi kerentanan dan menambah kapasitas sebuah daerah.
Kegiatan yang dapat dilakukan untuk menguarangi resiko bencana antara lain :

  1. Relokasi penduduk dari daerah rawan bencana, misal memindahkan penduduk yang berada dipinggir tebing yang mudah longsor 
  2. Pelatihan-pelatihan kesiapsiagaan bencana bagi penduduk di sebuah daerah.
  3. Pengkondisian rumah atau sarana umum yang tanggap bencana.
  4. Bangunannya relatif lebih kuat jika dilanda gempa.
  5. Penciptaan dan penyebaran kearifan lokal tentang kebencanaan.
  6. Dan lain-lain
Share:

KODE WARNA UNTUK WEBSITE/BLOG

Kode Warna di bawah ini untuk memberikan warna terhadap desain Website atau blog yang anda kelola jika warna pada menu, fotor, dan widget yang sekiranya warnanya kurang cocok di hati pengguna. 

Cara menggunakan kode warna di bawah ini cukup anda menekan bagian warna yang anda pilih kemudian ambil kode warna di bawahnya.

Kode warna :
Share:

Usaha-Usaha Pelestarian Lingkungan Hidup

Sesungguhnya pemerintah itu sudah menganjurkan kepada masyarakat untuk selalu melestarikan lingkungan hidup supaya kelestarian lingkungan hidup tetap terjaga dan terawat agar bencana-bencana yang terjadi bisa di minimalisir dengan kita bersatu menjaga alam atau lingkungan hidup di sekitar kita.
 
Usaha-usaha pelestarian lingkungan hidup merupakan tanggung jawab kita bersama. Dalam hal ini, usaha pelestarian lingkungan hidup tidak hanya merupakan tanggung jawab pemerintah saja, melainkan tanggung jawab bersama antara pemerintah dengan masyarakat. Pada pelaksanaannya, pemerintah telah mengeluarkan beberapa kebijakan yang dapat digunakan sebagai payung hukum bagi aparat pemerintah dan masyarakat dalam bertindak untuk melestarikan lingkungan hidup.
 
Beberapa kebijakan yang telah dikeluarkan pemerintah tersebut, antara lain meliputi hal-hal berikut ini. 1. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1982 tentang Ketentuan- Ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup. 2. Surat Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 148/11/SK/4/1985 tentang Pengamanan Bahan Beracun dan Berbahaya di Perusahaan Industri. 3. Peraturan Pemerintah (PP) Indonesia Nomor 29 Tahun 1986 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup. 4. Pembentukan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup pada tahun 1991. Selain itu, usaha-usaha pelestarian lingkungan hidup dapat dilakukan dengan cara-cara berikut ini  :
  1. Melakukan pengolahan tanah sesuai kondisi dan kemampuan lahan, serta mengatur sistem irigasi atau drainase sehingga aliran air tidak tergenang.
  2. Memberikan perlakuan khusus kepada limbah, seperti diolah terlebih dahulu sebelum dibuang, agar tidak mencemari lingkungan.
  3. Melakukan reboisasi pada lahan-lahan yang kritis, tandus dan gundul, serta melakukan sistem tebang pilih atau tebang tanam agar kelestarian hutan, sumber air kawasan pesisir/pantai, dan fauna yang ada di dalamnya dapat terjaga.
  4. Menciptakan dan menggunakan barang-barang hasil industri yang ramah lingkungan.
  5. Melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap perilaku para pemegang Hak Pengusahaan Hutan (HPH) agar tidak mengeksploitasi hutan secara besar-besaran.
Sementara itu, sebagai seorang pelajar apa upaya yang dapat kalian lakukan dalam usaha pelestarian lingkungan hidup? Beberapa hal yang dapat kalian lakukan sebagai bentuk upaya pelestarian lingkungan hidup, antara lain sebagai berikut: :
  1. Menghemat penggunaan kertas dan pensil,
  2. Membuang sampah pada tempatnya,
  3. Memanfaatkan barang-barang hasil daur ulang,
  4. Menghemat penggunaan listrik, air, dan BBM, serta, 
  5. Menanam dan merawat pohon di sekitar lingkungan rumah tinggal.
Disamping itu usaha pelestarian lingkungan hidup ini harus dimulai dari setiap individu dengan menitikberatkan pada kesadaran akan pentingnya lingkungan bagi kehidupan manusia dan pelestarian alam.

Pelestarian Lingkungan Sebagai Sarana Pencegahan Bencana Alam

Murka alam dalam wujud bencana alam seolah telah menjadi rutinitas yang dihadapi dalam kehidupan rakyat dan bangsa Indonesia. Pada setiap musim hujan kita selalu mengalami bencana sebagai rutinitas tahunan seperti terjadinya bencana tanah longsor, banjir dan banjir bandang dibeberapa daerah. Sedang pada saat musim kemarau akan ditemui bencana kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, gagal panen. Belum lagi terjadinya bencana alam akibat kondisi geologi alam wilayah Indonesia yang rawan terjadi gempa, tsunami dan letusan gunung berapi. Bencana banjir dan banjir bandang serta tanah longsor di sebagian wilayah Indonesia sepanjang januari sampai juni 2006 adalah contoh terkini dari kejadian tersebut. Dalam mengatasi masalah tersebut pemerintah masih terkesan seperti “pemadam kebakaran”, berupaya memadamkan api setelah terjadi kebakaran, berupaya menangani bencana setelah bencana terjadi, bukannya melakukan optimalisasi langkah pencegahan dan minimalisasi kemungkinan timbulnya bencana. Disamping itu masih sering terjadi kekisruhan dalam koordinasi penanganan bencana yang akan ditangani oleh masing-masing sektor serta perencanaan penanganan bencana secara jangka panjang. Dalam sebagian besar bencana-bencana tersebut biasanya orang, baik yang awam maupun ahli selalu menghubungkannya dengan keberadaan hutan. Segala sesuatu yang terkait dengan hutan baik itu institusi pemerintah (Departemen Kehutanan, KLH, Dinas kehutanan, Bapedalda), NGO/LSM, Swasta (pengelola atau pemanfaat hutan) maupun masyarakat biasanya akan menyuarakan pandangan, kritik dan sarannya masing-masing. Namun sangat jarang muncul usulan atau gagasan konkret yang dapat membantu mengatasi masalah secara berkesinambungan.
 
Telah banyak teori dan pengalaman dari negara lain yang dilontarkan para ahli untuk membantu mengatasi dan mencegah bencana melalui manajemen pengelolaan bencana, Managemen pengelolaan sampah itu bisa bermacam-macam mulai dari penanganan kemungkinan terjadinya bencana, penanganan selama bencana sampai penanganan pasca bencana. Pemerintah telah mencoba menerapkan beberapa langkah penanganan antisipasi bencana, namun sekali lagi belum nampak hasil pencegahan timbulnya bencana alam secara efektif. Contoh: penanganan pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) prioritas, pembuatan bangunan pengendali banjir (dam, waduk, talud sungai), pembuatan sudetan-sudetan sungai dll. “Concern” sektor kehutanan terhadap upaya penanggulangan bencana sebenarnya terfokus pada eksistensi dan keberadaan hutan.
 
Sesuai dengan UU No. 41 tahun 1999 tentang Kehutanan. Hutan menurut statusnya dibedakan ke dalam hutan negara, hutan hak dan hutan adat. Hutan negara adalah hutan yang berada pada tanah yang tidak dibebani hak atas tanah, hutan hak adalah hutan yang berada pada tanah yang dibebani hak atas tanah, sedang hutan adat adalah hutan negara yang berada dalam wilayah masyarakat hukum adat. Oleh UU tersebut, penguasaan hutan negara diberikan kepada penyelenggara negara (Pemerintah) untuk diurus demi pencapaian kemakmuran rakyat Indonesia.
 
Sesuai fungsinya hutan negara dibedakan ke dalam hutan konservasi, hutan lindung dan hutan produksi. Oleh karena itu rusak dan terdegradasinya hutan negara yang saat ini mencapai sekitar 59,7 juta Ha dari luasan keseluruhan 120,3 juta Ha, dengan laju kerusakan 2,8 juta ha/tahun menjadi tanggung jawab Pemerintah, yang pada kenyataannya hingga saat ini hutan-hutan tersebut terus mengalami rongrongan dari aktifitas-aktifitas illegal.
 
Upaya-upaya yang dilakukan Pemerintah melalui penataan pengusahaan hutan, rehabilitasi hutan dan lahan, perlindungan dan konservasi kawasan, seolah tidak dapat mengimbangi laju kerusakan yang terjadi, sehingga menjadi logis apabila kejadian bencana alam masih sering terjadi. Membangun Hutan Rakyat Sebenarnya ada potensi tersembunyi yang sangat besar untuk ikut mengimbangi tingkat kerusakan hutan yang semakin besar tersebut, yaitu keberadaan hutan hak atau secara umum kita sebut sebagai hutan rakyat. Berdasarkan data yang diolah oleh BPS yang bekerja sama dengan Departemen Kehutanan (walaupun data tersebut tidak memperlihatkan potensi luasan hutan rakyat) menunjukkan besarnya potensi hutan rakyat tersebut. Data tersebut memperlihatkan bahwa terdapat rata-rata sekitar 3,43 juta penduduk yang mengusahakan hutan rakyat dengan jumlah pohon dari 10 jenis tanaman yang didata (akasia, bambu, cendana, jati, mahoni, pinus, sengon, rotan, sonokeling dan sungkai) mencapai sekitar 238,76 juta pohon/rumpun. Apabila diasumsikan secara kasar jarak tanamnya 4 x 4 meter, maka diprediksi terdapat hutan rakyat seluas 380 ribu Ha, memang kelihatannya kecil, namun perlu dicatat bahwa yang diolah baru 10 jenis pohon dari sekitar 20 jenis pohon yang diusahakan oleh rakyat, serta belum termasuk potensi tanaman tahunan buah-buahan.
 
Pemerintah sendiri melalui Departemen Kehutanan sejak beberapa tahun lalu sebenarnya telah melakukan upaya fasilitasi pembangunan hutan rakyat, namun gaungnya belum begitu nampak secara nasional, sehingga pengembangan potensi hutan rakyatnya belum optimal. Oleh karena itu mencegah bencana alam dengan mengedepankan pembangunan hutan rakyat layak dijadikan salah satu pilihan efektifitas pencegahan bencana alam. Mendorong peningkatan pembangunan hutan rakyat sebenarnya bukan hanya dikarenakan oleh besar potensinya saja, tetapi memuat dan mengandung alasan-alasan logis akan terjaminnya keberhasilan pembangunannya. Pertama, penanaman tanaman tahunan yang dilakukan oleh masyarakat di lahan miliknya sendiri, hampir dapat dipastikan akan dilandasi oleh alasan-alasan konkret dan logis secara ekonomis mengapa mereka mau menanam. Hal ini dengan sendirinya akan diikuti oleh rasa memiliki (“sense of belonging”) dari masyarakat itu sendiri terhadap eksistensi tanamannya, sehingga mereka akan selalu merawat, menjaga dan melindungi tanamannya tersebut. Alasan ekonomis yang secara umum dapat dikedepankan adalah bahwa tanaman tahunan tersebut dapat dijadikan tabungan (“saving”) yang sewaktu-waktu dapat dimanfaatkan untuk keperluan-keperluan jangka panjang. Kedua, Peningkatan luasan hutan rakyat juga telah menjadi salah satu priotitas kebijakan pembangunan pemerintah (Departemen Kehutanan) sejak Pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu. Departemen Kehutanan telah berkomitmen untuk menfasilitasi pembangunan hutan rakyat seluas 2 juta Ha sampai dengan tahun 2009 (seperti disebutkan dalam Rencana Strategis Departemen Kehutanan tahun 2005-2009).
 
Komitmen ini tentunya akan dibarengi dengan langkah-langkah kebijakan lanjutan dan khususnya pendanaan untuk ikut mendorong terwujudnya perluasan hutan rakyat, salah satunya adalah pengerahan sebagian dana untuk gerakan rehabilitasi hutan dan lahan (GERHAN) untuk membangun hutan rakyat. Ketiga, keberhasilan semakin meluasnya hutan rakyat akan ikut menambah besaran lahan/areal yang bervegetasi hutan pada lahan-lahan diluar hutan negara, dengan demikian coverage tanaman tahunan akan bertambah dalam skala nasional. Bertambahnya penutupan hutan secara nasional akan diyakini akan ikut memberi andil dalam pencegahan bencana alam. Keberhasilan pencegahan bencana alam melalui pembangunan hutan rakyat akan sangat ditentukan pula oleh dukungan pemetaan potensi lahan-lahan rawan bencana alam, khususnya yang berada di luar hutan negara. Kejelasan posisi daerah-daerah rawan bencana akan membantu penentuan lokasi-lokasi pembangunan hutan rakyat. Disamping itu untuk memberikan dorongan kepada masyarakat agar membangun hutan rakyat di lahan miliknya, pemerintah perlu melakukan langkah-langkah inovatif, antara lain dengan menetapkan insentif-insentif bagi masyarakat yang menanami lahannya dengan tanaman tahunan, misal: tanah yang ditanami tidak ditarik Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), menyediakan bibit-bibit gratis sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekitar, membebaskan perdagangan kayu rakyat dari pungutan-pungutan seperti layaknya dalam perdagangan kayu umumnya.
 
Keberhasilan pembangunan hutan rakyat diharapkan memberi efek berganda mulai dari berkurangnya bencana alam, meluasnya penutupan (“coverage”) lahan secara nasional, ikut andil dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat sampai sebagai pendukung penentuan indikator kesuksesan kinerja pemerintah.
Share:

Wikipedia

Search results