.comments-page { background-color: #00BFFF;} #blogger-comments-page { padding: 0px 5px; display: none;} .comments-tab { float: left; padding: 5px; margin-right: 3px; cursor: pointer; background-color: #f2f2f2;} .comments-tab-icon { height: 14px; width: auto; margin-right: 3px;} .comments-tab:hover { background-color: #eeeeee;} .inactive-select-tab { background-color: #d1d1d1;} -->

Thursday, April 25, 2013

PERTUMBUHAN PENDUDUK DI INDONESIA

1. Pertambahan penduduk di Indonesia masih tetap tinggi dikarenakan beberapa sebab antara lain adalah akibat dari pengaruh kuat baby boom yang terjadi pada tahun 1950’an yang pada waktu itu laju pertambahan penduduk Indonesia sangat pesat. Laju pertambahan penduduk tersebut tidak dapat dihentikan dan hanya bisa diperlambat. Laju pertambahan penduduk tersebut masih berlangsung sampai sekarang tetapi hanya diperkecil beberapa persen saja yaitu menjadi 1,5 %-2% pertahun. Pertambahan penduduk Indonesia yang tinggi terlihat pada tahun-tahun berikut :tahun 1961 berjumlah 97 juta jiwa, pada tahun 1980 menjadi 146,9 juta jiwa, pada tahun 1990 menjadi 178,6 juta jiwa, tahun 2000 sebesar 203,5 juta jiwa, dan pada tahun 2005 sudah menjadi lebih dari 230 juta jiwa. Selain itu, program KB belum sepenuhnya berhasil. Program KB berhasil di beberapa tempat tetapi di rempat lain KB belum terlaksana dengan baik seperti didaerah pedesaan yang jauh dari lingkungan kota dan desa yang berada di daerah pedalaman.
2. Pada tahun 1950 indonesia tejadi baby boom karena
  • Pada waktu itu masyarakat masih percaya pada anggapan bahwa banyak anak bayak rezeki sehingga banyak yang mempunyai anak banyak walaupun kondisi ekonomi keluarganya rendah
  • Negara Indonesia baru saja merdeka sehingga pemerintah hanya berfokus pada pertahanan kemerdekaan dan masalah kependudukan kurang diperhatikan seperti belum ada atau kurangnya penggalakan program KB. Hal ini menimbulkan jumlah kelahiranbayi sangat tinggi.
  • Masalah akibat benyaknya penduduk belum terasa karena pada waktu itu jumlah penduduk masih jarang dan wilayah Indonesia masih jarang penduduknya.
3. Persebaran pendudu tidak dapat merata disemua tempat karena persebaran penduduk di pengaruhi oleh beberapa factor, sebagai berikut:
  • Persebaran masyarakat mengikuti wilayah yang subur untuk mendukung kehidupan manusia seperti pulau jawa yang subur maka penduduknya lebih banyak dari daerah lain.
  • Daya tarik suatu wilayah seperti kesuburan tanah, tingkat pendidikan, daerah menguntungkan/strategis, banyaknya peluang mata pencaharian, lokasi wilayah, topografi datar, mempengaruhi terjadinya pemusatan wilayah persebaran.
  • Masyarakat cenderung memlih tempat tinggal yang aman, nyaman, dan efisien, seperti daerah bebas konflik, tepi sungai, tepi laut, dan wilayah subur.
4. Permasalahan penduduk di Indonesia
  • Besarnya jumlah penduduk
Jumlah penduduk Indonesia yang lebih dari 230 juta jiwa dan terbatasnya daya dukung lingkungan alam yang tersedia seperti luas wilayah yang akan menyebabkan kepadatan penduduk. Kepadatan penduduk yang tinggi berdampak pada kesejahteraan penduduk Indonesia yang belum menggembirakan atau dikatakan miskin.
  • Tingginya tingkat pertambahan penduduk
Pertumbuhan laju tingkat perambahan penduduk Indonesia masih cukup tinggi yaitu 1,5% – 2% pertahun dari total jumlah penduduk Indonesia. Pertumbuhan penduduk Indonesia yang tinggi dapat menimbulkan masalah-masalah social seperti kurangnya lapangan pekerjaan, yang menyebabkan naiknya tingkat kemiskinan, dari kemiskinan yang tinggi menimbulkan kriminalitas.
  • Penduduk Indonesia berstruktur penduduk muda
Struktur penduduk muda yaitu kelompok penduduk ygn berumur dibawah 15 tahun jumlahnya lebih dari 40%. Besarnya kelompok usia muda seperti di Indonesia menunjukan bahwa penduduk Indonesia yang belum ekonomis produktif cukup besar.
  • Persebaran penduduk Indonesia tidak merata
Pulau jawa berpenduduk lebih dari 60% dari jumlah penduduk Indonesia padahal luas wilayah pulau jawa hanya 6,6% dari luas daratan Indonesia. Sedangkan pulau Kalimantan yang lebih luas malah berpenduduk sedikit. Hal semacam ini menimbulkan kriminalitas di pulau jawa jika tidak didukung SDM dan lapangan kerja.
5. Factor yang mempengaruhi fertilitas
Yaitu berupa variabel antara:
  1. Umur memulai hubungan kelamin.
  2. Selibat permanen, yaitu proporsi wanita yang tidak pernah mengadakan hubungan kelamin.
  3. Lamanya masa reproduksi yang hilang karena: (1). Perceraian, perpisahan, atau ditinggal pergi. (2). Suami meninggal dunia.
  4. Abstinensi sukarela, yaitu pantangan sanggama karena sesudah melahirkan, pantangan berkala, masa hamil, dan masa haid.
  5. Abstinensi terpaksa, yaitu pantangan sanggama karena impotesi, sakit, berpisah sementara karena hal yang tidak dapat dipisahkan.
  6. Frekuensi hubungan seks
  7. Kesuburan atau kemandulan diluar kemauan
  8. Menggunakan atau tidak menggunakan alat kontrasepsi
  9. Kesuburan atau kemandulan yang dipengaruhi oleh sebab-sebab yang disengaja misalnya dengan sterilisasi.
  10. Kematian janin dengan sengaja
  11. Kematian janin dengan tidak sengaja.
6. Terdapat beberapa factor yang mempengaruhi mortalitas diantaranya adalah factor yang mendukung mortalitas (promortalitas) serta penghambat kematian ( anti mortalitas)
Faktor promortalitas
Factor yang mendukung kematian adalah sebagai berikut:
  1. Kurangnya sarana kesehatan, kesehatan yang rendah akan memperbesar jumlah kematian karena berbagai penyakit yang susah di obati didaerah yang sarana kesehatannya terbatas.
  2. Kurangnya tenaga medis, kurangnya tenaga yang ahli dibidang kesehatan juga akan memperparah penyakit dan akhirnya mempertinggi kematian.
  3. Harga obat-obatan yang mahal. Bagi masyarakat yang berpendapatan rendah tidak mampu membeli obat-obatan yang harganya mahal.
  4. Tingkat kesehatan masyarakat yang rendah, hal ini dapat dipengaruhi oelah lingkungan sekitar yang kotor, pola hidup yang tidak sehat.
  5. Pencemaran lingkungan, lingkungan yang tercemar akan mengganggu kesehatan masyarakat.
  6. Kekurangan bahan makanan serta gizi, kekurangan bahan makanan karena bencana alam, banjir, gagal panen dan kemiskinan juga dapat menyebabkan kematian.
7. Teori dorong tarik oleh everest lee ( 1970) keputusa bermigrasi dipengaruhi oleh beberapa factor sekurang-kurangnya 4 faktor yaitu:
  1. Factor daerah asal ( positif, negative, dan netral)
  2. Factor daerah tujuan ( positif, negative, dan netral)
  3. Factor penghalang migrasi
  4. Factor individu pelaku migrasi
Bahwa teori dorong tarik ini tidal menjelaskan bagaimana proses seseorang didalam pilih memilih sarana yang tersedia sebelum mengambil keputusan berpindah yang dipengaruhi oleh situasi, kondisi, maupun struktur sosila dimana ia menjadi bagian didalamnya. Everest lee hanya menekankan kepada pentingnya factor origin dan destination dalam perpindahan individu yang bersifat permanen

Artikel Terkait

Bagikan