-->

Saturday, December 8, 2012

LETAK GEOGRAFIS INDONESIA



1.      Posisi Geografis (Posisi Letak) Indonesia
Indonesia merupakan negara kepulauan yang berbetuk republik, terdapat di kawasan Asia Tenggara. Indonesia lebih kurang memiliki 17.000 pulau dengan luas daratan 1.922.570 km2 dan luas perairan 3.257.483 km2.
Berdasarkan posisi geografisnya, negara Indonesia memiliki batas-batas sebagai berikut :

  • Utara : Negara Malaysia, Singapura, Filipina, Laut Cina Selatan.
  • Selatan : Negara Australia, Samudera Hindia
  • Barat : Samudera Hindia
  • Timur : Negara Papua Nugini, Timor Leste, Samudera Pasifik
Posisi geografis Indonesia terdiri atas letak astronomis dan letak geografis yang berbeda pengertian dan pandangannya.
Letak geografis adalah letak suatu daerah atau wilayah dilihat dari kenyataan di permukaan bumi. Berdasarkan letak geografisnya, kepulauan Indonesia di antara Benua Asia dan Benua Australia, serta di antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Dengan demikian, wilayah Indonesia berada pada posisi silang, yang mempunyai arti penting dalam kaitannya dengan iklim dan perekonomian.
2.      Letak Astronomi
Perhatikan peta di atas posisi Indonesia diapit Benua (Asia dan Australia) serta dua Samudra (Pasifik dan Hindia). Secara astronomis terletak pada daerah tropis yaitu di antara garis lintang 6° LU – 11° LS. kedudukan matahari semu ternyata berpengaruh terhadap suhu, tekanan udara dan kelembaban udara di Indonesia. Berdasarkan peristiwa-peristiwa yang terjadi di belahan Bumi Utara dan belahan Bumi Selatan di atas, apa yang akan terjadi di Indonesia? 
Letak astronomis suatu negara adalah posisi letak yang berdasarkan garis lintang dan garis bujur. Garis lintang adalah garis khayal yang melingkari permukaan bumi secara horizontal, sedangkan garis bujur adalah garis khayal yang menghubungkan Kutub Utara dan Kutub Selatan. Letak astronomis Indonesia Terletak di antara 6oLU – 11oLS dan 95oBT – 141oBT Berdasarkan letak astrono- misnya Indonesia dilalui oleh garis equator, yaitu garis khayal pada peta atau globe yang membagi bumi menjadi dua bagian sama besarnya. Garis equa- tor atau garis khatulistiwa terletak pada garis lintang 0o.
Letak astronomis disebut juga letak absolut. Letak ini membawa pengaruh bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Berikut ini beberapa pengaruh tersebut :
1. Letak lintangnya menyebabkan Indonesia beriklim tropis.
2. Letak bujurnya membagi wilayah Indonesia ke dalam tiga daerah waktu berikut ini :
Tentu kalian pernah melihat orang main layang-layang, atau mungkin kamu sendiri pernah bermain layang-layang. Orang bermain layang-layang tentu tidak pada musim penghujan, tapi pada musim kemarau, mengapa demikian? Lalu mengapa di indonesia ada musim kemarau dan musim penghujan? Kesemuanya itu ada hubungannya dengan unsur-unsur cuaca dan iklim sebagaimana disebutkan di atas.
Untuk memahami hal tersebut akan dibahas pada bagian ini, kita letak astronomis dan letak geografis Indonesia. Dari peta letak geografis pada subbab 1 kita sudah belajar tentang posisi geografis dan astronomis Indonesia. Indonesia terletak diantara dua benua (Asia dan Australia) dan dua samudra (Pasifik dan Hindia). Posisi tersebut ternyata mempunyai pengaruh terhadap cuaca dan iklim di Indonesia. Mengapa demikian? Secara astronomis Indonesia terletak diantara 6° LU dan 11° LS.
Berdasarkan letak Astronomis, Indonesia termasuk kedalam daerah tropis. Daerah tropis adalah daerah yang terletak diantara 0° - 23,5° LU dan 0° - 23,5° LS, daerah ini merupakan daerah peredaran mata hari semu tahunan. Karena Indonesia terletak pada garis lintang 6° LU dan 11° LS, maka Indonesia termasuk daerah tropis.








·         Waktu Indonesia Barat (WIB) dengan patokan garis bujur 105° BT dengan selisih waktu 7 jam lebih awal dari GMT (tiap 15° garis bujur maka waktu selisih 1 jam ). Daerah waktunya meliputi Sumatra, Jawa, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.
·         Waktu Indonesia Tengah (WITA) dengan patokan garis bujur 120° BT dan selisih waktu 8 jam lebih awal dari GMT. Daerah waktunya meliputi Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Bali, NTT, NTB, Sulawesi, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.
·         Waktu Indonesia Timur (WIT), dengan patokan garis bujur 135° BT dan selisih waktu 9 jam lebih awal dari GMT. Daerah waktunya meliputi Kepulauan Maluku, Papua, dan pulaupulau kecil di sekitarnya.
GMT adalah kependekan dari Greenwich Mean Time
Greenwich Mean Time apabila disingkat menjadi GMT
3.      Letak Geologis
Letak geologis adalah letak suatu wilayah dilihat dari jenis batuan yang ada di permukaan bumi. Secara geologis wilayah Indonesia dilalui oleh dua jalur pegunungan muda dunia yaitu Pegunungan Mediterania di sebelah barat dan Pegunungan Sirkum Pasifik di sebelah timur. Adanya dua jalur pegunungan tersebut menyebabkan Indonesia banyak memiliki gunung api yang aktif dan rawan terjadinya gempa bumi.
Letak geologis adalah letak suatu wilayah dilihat dari jenis batuan yang ada di permukaan bumi.
A.    Dilalui oleh dua sirkum pegunungan vulkanik muda yaitu :
Sirkum pegunungan vulkanik mediterania yang melewati Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara dan berakhir di laut banda.
Sirkum Pasifik melewati Sulawesi, Maluku dan Papua.
Adanya dua jalur pegunungan tersebut menyebabkan Indonesia banyak memiliki gunung api yang aktif dan rawan terjadinya gempa bumi.
B.     Indonesia merupakan pertemuan tiga lempeng besar yaitu : 
lempeng Eurasia ,
Indo-australia  yang bergerak  mendesak daratan Indonesia  kearah daratan Asia,
lempeng pasifik juga bergerak  kearah  daratan Asia.
C.     Indonesia terletak pada 3 daerah dangkalan:
Dangkalan Sunda, Sahul, dan Daerah laut pertengahan Australia Asiatis.
Pengaruh  bagi Indonesia  adalah  hampir seluruh wilayah  meliputi Sirkum Mediterania dan Sirkum Pasifik.
Sirkum Mediterania
Sirkum Medetarian berawal dari Pegunungan Alpen di Eropa kemudian menyambung ke pegunungan Himalaya di Asia lalu memasuki Indonesia melalui Pulau Sumatra. Jalur Sirkum Mediterania di Indonesia membentang dari Pulau Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Maluku. Di Indonesia Sirkum Mediterania di Indonesia terbagi menjadi dua Busur, sebagai berikut :
·         BusurDalamVulkanik
Busur dalam dari rangkaian Mediteran bersifat vulkanis. Yang menyababkan banyak Gunung api aktif di sekitar rangkaian Sirkum Meditarian. Contoh gunungapi tersebut adalah :Gunung Kerinci, Gunung Leuseur,dan Gunung Krakatau.
·         Busur Luar Nonvulkanik
Busur luar dari rangkaian Mediteran tidak bersifat vukanis. Busur luar sirkum Mediteran membentang di pantai barat Sumatra, seperti Pulau Simeul, Nias, Mentawai, dan Enggano, pantai selatan Jawa, dan pantai selatan Kepulauan Nusa Tenggara.
Sirkum Pasifik
Sirkum Pasifik berawal dari dari Pegunungan Andes di Amerika Selatan, lalu bersambung ke pegunugan Rocky di Amerika Utara, lalu ke Jepang, Filipina, sampai akhirnya sampai ke Indonesia melalui Sulawesi. Sirkum Pasifik juga bercabang ke Pulau Halmahera dan akhirnya sampai di Papua.

3.1.  Angin di Indonesia
Sekarang coba kalian rasakan, bagi kalian yang berada di sebelah selatan garis Katulistiwa (Mataram). Cobalah kamu keluar kelas. Perhatikan posisi matahari pada bulan Juni, tentu kulminasinya berada disebelah utara dari posisimu berdiri. Tetapi sebaliknya bagi kamu yang berada di sebelah utara garis katulistiwa (Manado), posisi kulminasi matahari pada bulan Juni tidak terlau jauh dari tempat posisi kamu berdiri
Dalam hal ini angin bergerak dari benua Australia ke benua Asia dan sebaliknya. Pada saat terjadi perubahan gerakan udara inilah di Indonesia terjadi perubahan cuaca dan iklim. Hal ini karena terjadinya perubahan pada intensitas penyinaran matahari, kelembaban, tekanan udara, temperatur udara dan curah hujan. 


Muson barat
Muson barat atau muson musim dingin timur laut adalah angin yang bertiup pada bulan Oktober-April di Indonesia. Angin ini bertiup saat matahari berada di belahan bumi selatan, yang menyebabkan benua Australia sedang mengalami musim panas, berakibat pada tekanan minimum dan benua Asia lebih dingin, berakibat memiliki tekanan maksimum. Menurut hukum Buys Ballot, angin akan bertiup dari daerah bertekanan maksimum ke daerah bertekenan minimum, sehingga angin bertiup dari benua Asia menuju benua Australia, dan karena menuju Selatan Khatulistiwa/Equator, maka angin akan dibelokkan ke arah kiri. Pada periode ini, Indonesia akan mengalami musim hujan akibat adanya massa uap air yang dibawa oleh angin ini, saat melalui lautan luas di bagian utara (Samudra Pasifik dan Laut Cina Selatan).

Perubahan kedudukan matahari semu tahunan ternyata berpengaruh terhadap tekanan udara baik di belahan bumi utara, maupun belahan bumi selatan. Penyinaran matahari akan berpengaruh terhadap suhu udara, suhu udara yang panas tekanannya rendah. Tekanan udara akan menimbulkan gerakan udara. Gerakan udara inilah yang disebut angin. Berikut ini disajikan dua buah peta pergerakan angin, yaitu gambar sebagai berikut: 


 Muson timur
Muson timur atau muson musim panas barat daya adalah angin yang bertiup pada bulan April-Oktober di Indonesia. Angin ini bertiup saat matahari berada di belahan bumi utara, sehingga menyebabkan benua Australia musim dingin, sehingga bertekanan maksimum dan Benua Asia lebih panas, sehingga bertekanan minimum. Menurut hukum Buys Ballot, angin akan bertiup dari daerah bertekanan maksimum ke daerah bertekanan minimum, sehingga angin bertiup dari benua Australia menuju benua Asia, dan karena menuju utara Khatulistiwa/Equator, maka angin akan dibelokkan ke arah kanan. Pada periode ini, Indonesia akan mengalami musim kemarau akibat angin tersebut melalui gurun pasir di bagian utara Australia yang kering dan hanya melalui lautan yang sempit
Kesimpulan:
Peristiwa-peristiwa di belahan Bumi Utara
1. Pada tanggal 21 Juni kedudukan matahari semu berada di belahan Bumi Utara
2. Dibelahan Bumi Utara pada saat itu terjadi musim panas
3. Temperatur udara di daerah tersebut panas
4. Tekanan udara di daerah tersebut rendah
Peristiwa-peristiwa yang terjadi dibelahan Bumi Selatan pada saat matahari berada di belahan Bumi Utara.
1. Dibelahan Bumi Selatan mengalami musim dingin
2. Dibelahan Bumi Selatan temperatur udara dingin
3. Karena temperaturnya dingin maka tekanan udara di daerah tersebut tinggi.
4. Keadaan ini akan terjadi sebaliknya bila pada tanggal 22 Desember matahari berada di belahan Bumi Selatan


Artikel Terkait

Bagikan