-->

Wednesday, October 23, 2013

GEOLOGI PACITAN



Kondisi geologi wilayah Pacitan umumnya berupa vulkanik dan kars. Sejumlah besar erupsi serta bentuk kerucut, dengan material-material hasil letusannya berbentuk padat batu gamping serta lain-lain bahan  vulkanik  lepas.  Semua bahan  vulkanik  itu  membentuk  pegunungan  (otogenesa)  menghasilkan morfologi yang berbukit-bukit dan bergunung-gunung dengan perbedaan relief topografik yang cukup besar. Di bagian selatan sepanjang pantai kondisi geologinya berupa satuan karst dengan bahan penyusun batu gamping. Secara garis besar wilayah Kabupaten Pacitan dapat dikelompokkan ke dalam 3 satuan wilayah morfologi, yaitu:
1.      Morfologi Perbukitan
Morfologi perbukitan merupakan wilayah terluas, mencakup 80% luas daerah. Satuan morfologi ini menempati daerah dengan kemiringan terjal, dengan bukit-bukit dan gunung-gunung kecil menjulang hingga 800 meter di atas muka air laut. Satuan ini disusun oleh batuan gunungapi dan batuan sedimen.  Morfologi  berbentuk  tonjolan  yang  terdapat  di  beberapa  tempat  merupakan  batuan terobosan yang bersusunan andesit, basal, diorit dan dasit. Sungai-sungai besar yang mengalir di daerah ini antara lain S. Grindulu, S. Bawur, S. Pagotan, S. Lorog, dan S. Baksoko. Kelurusannya lebih banyak dipengaruhi oleh sesar dan kekar daripada kedudukan lapisan batuan. Derajat pelapukan pada satuan ini cukup tinggi, ditunjukkan oleh tanah pelapukan yang setempat mencapai tebal lebih dari 10 meter.
Satuan Karst menyebar di sepanjang pantai selatan, terutama disusun oleh batu gamping, yang setempat bersifat tufan. Gejala karst di daerah ini ditunjukkan oleh adanya gua batu gamping, aliran sungai bawah tanah, dolina, dan uvala. Bukit-bukit kecil berjulang antara 20-50 meter di atas muka air laut merupakan bentukan hasil erosi, yang umumnya disusun oleh batu gamping terumbu. Bentuk bukitnya  yang  beragam seperti  kerucut,  kerucut  terpancung,  meja,  tabung,  dan  sebagainya dipengaruhi oleh ragam batugamping penyusunnya. Sungai besar yang memotong satuan ini adalah S. Baksoko yang kelurusannya dipengaruhi oleh sistem retakan.



2.      Morfologi Dataran
Satuan dataran berupa aluvium, sebarannya sangat terbatas, yakni di sepanjang aliran sungai-sungai besar. Setempat satuan ini menempati daerah pinggirannya pantai yang sempit. Dataran aluvial yang cukup luas diantaranya dijumpai di dataran Pacitan di daerah hilir S. Grindulu dan dataran Lorog di sekitar S. Lorog.
        3.  Kawasan Banjir
Titik-titik  rawan  kejadian  banjir  di  wilayah  Kabupaten  Pacitan  sangat  erat  kaitannya  dengan keberadaan sungai - sungai utama yang ada yaitu Sungai Baksoko, Sungai Lorog, Sungai Pagotan, Sungai Bawur dan terutama Sungai Grindulu. Daerah yang masuk kedalam kawasan rawan banjir adalah sebagian wilayah Kecamatan Arjosari, Pacitan dan Kebonagung seperti terlihat pada peta 2.b.
 


Artikel Terkait

Bagikan